Belajar Wirausaha, Mahasiswa Ptki Sambangi Gerai Markobar Kementrian Agama Ri

Maka dari itu, setiap perguruan tinggi segera menyeimbangkan arah kebijakan perguruan tingginya antara lembaga riset pendidikan tinggi dengan lembaga pembentuk pengusaha. Seorang Pengusaha dapat juga diibaratkan dengan seorang penjual. Oleh karena itu, diperlukan talent sebagai penjual yait selling talent. Kemampuan menjual adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siapapun yang hendak menjadi pengusaha. Menjadi pengusaha tanpa dibekali dengan kemampuan menjual dapat dikatakan mustahil, karena bagaimana mungkin sebuah perusahaan dapat menghasilkan income jika, tidak mampu memberikan produk yang bernilai kepada konsumennya. Maka dari itu kemampuan inisangatlah penting dimiliki oleh para pengusaha.

Langkah-langkah mahasiswa memulai wirausaha

Di banyak benua dan negara, mahasiswa bisa menemukan pekerjaan sampingan, apakah itu di rumah sakit, toko roti, pom bensin, tempat penitipan anak, dan sebagainya. Itu membantu mereka mendapatkan uang ekstra yang bisa digunakan untuk berbagai hal. Yang satu ini adalah langkah selanjutnya yang tidak kalah pentingnya. Persiapan usaha ini sama halnya seperti saat Anda ingin menikah.

Semua hal yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan fokus, pasti akan membuahkan hasil. Apabila kita tekun, mempunyai keyakinan kuat, dan fokus dipastikan bisnis kita akan maju dan berkembang. Memiliki rasa percaya diri juga membantu disaat kita dihadapkan dengan masalah, efeknya kita tidak akan mudah menyerah. Landasan antropologis pendidikan adalah seperangkat asumsi yang bersumber dari hasil studi disiplin antropologi yang dijadikan titik tolak dalam rangka praktik pendidikan (Yatimah, 2017, hlm. 130).

Menjadi seorang pengusaha yang jujur dan taat hukum adalah ciri pengusaha yang baik, beretika dan bermoral. Seorang pengusaha haruslah memiliki rasa tanggungjawab yang besar terhadap usaha yang dijalankannya. Bentuk tanggungjawab tersebut dapat didedikasikan kepada dirinya sendiri, masyarakat maupun semua pihak diluar lingkup usahanya tersebut. Memiliki kesadaran bertanggungjawab mulai dari hal terkecil sampai dengan hal besar yang menjadi modal menuju kesuksesannnya, baik dari hal teknis sampai dengan mekanisme yang bersifat konsep. Supaya peluang mendapatkan keuntungan tidak hilang begitu saja dan segala resiko dilapangan dapat diatasi serta diminimalkan, maka calon pengusaha harus memperhitungkannya dengan baik dan cermat. Mengkalkulasi segala kebutuhan awal, serta memprediksi apa saja yang akan dapat terjadi menjadi sangat penting dan buatlah coretan diatas kertas agar dapat terorganisasi dengan benar.

Mulai dari mengajak teman dekat atau keluarga yang memiliki ketertarikan untuk belajar bersama. Teruslah perluas kreatifitas Anda dengan mencari inspirasi dari berbagai sumber seperti di Instagram, Facebook, Pinterest atau media cetak. Sebagai pengguna aktif media sosial, mahasiswa sudah pasti mengenal istilah influencer. Yup, bisa dikatakan influencer merupakan seseorang yang memiliki popularitas di media sosial dan identik dengan jumlah followers yang tinggi.

Belajar dari kegagalan dapat membuat kita tahu apa yang kita butuhkan untuk sukses. Bisnis kecil yang biasa disebut juga dengan wirausaha biasanya identik dengan modal kecil dan risiko yang minim. “Ingat, branding tetap penting dilakukan meski penjualan sudah berjalan baik ya, agar dapat membangun citra dan menjalin ikatan dengan konsumen,” terang mahasiswa angkatan 2017 ini. Hal ini berguna untuk mengajarkan tata kelola bisnis, keuangan, dan manajemen yang baik. Setelah membuka lapak, Anda harus memperhatikan cara menawarkan barang preloved.

Mungkin banyak dari kita yang berpikiran menjadi PNS setelah lulus dari kuliah itu pekerjaan yang membanggakan. Akan tetapi lulusan kuliah seharusnya membuka peluang kerja bukan mencari lowongan kerja. Memulai usaha untuk mahasiswa sebenarnya tidak merepotkan dan tidak perlu harus mengorbankan waktu kuliah.

Erie Sasmito selaku pembicara dari praktisi, menyampaikan pengalamannya menjadi wirausaha serta memberikan kiat-kiat bagi calon wirausaha. Mental yang kuat,dan keberanian menjadi modal utama untuk memulai suatu usaha dan ini sudah merupakan setengah dari kemenangan yang akan diraih. Dalam proses berjalannya suatu usaha pasti ada pasang surutnya, dan itu harus disikapi dengan rasa percaya diri bahwa “saya harus sukses”. Seorang wirausaha tidak harus pandai dibidang akademis saja, tapi harus mampu memahami ilmu komunikasi dengan baik, yang dapat dimulai sejak duduk dibangku kuliah. Wirausaha tidak harus menciptakan sesuatu yang baru, tapi dapat dilakukan dengan mengekplorasi dan mengekploitasi yang sudah ada, namun diperlukan daya inovasi dan kreatifitas yang tinggi . Selain peluang usaha ini tidak pasaran, kelangkaan makanan khas daerah tertentu juga akan semakin membuat daya Tarik tersendiri pada bisnis yang Anda jalankan nantinya.

Adi